Menggunakan Fitur FirstMedia Digital Recorder

I.      Mempersiapkan HomeBox HD untuk menjalankan fungsi FDR

 

  1. Pastikan anda sudah berlangganan layanan FDR dengan menghubungi contact center First Media
  2. Pastikan HomeBox HD sudah menggunakan firmware terbaru (FDR Ready)
  3. Apabila provisioning product dengan HomeBox HD berhasil, maka dilayar TV akan muncul pop-up informasi “Congratulations! Your STB has been approved for video recording.

    PVR01
    Gambar 1 : Pop-up info provisioning STB untuk FDR berhasil

    Selain itu juga akan ada tambahan pilihan menu “Recording Options” pada layar “Menu” dan memilih “Your Preferences



    Gambar 2 : Menu tambahan pada “Your Preferences”

    PVR 03
    Gambar 3 : Layar "Recording Options"


  4. Siapkan media penyimpan yang akan digunakan untuk merekam. Media penyimpan berupa hard-disk external dengan koneksi USB 2.0
    a. Saat ini, pilihan hard disk yang tersedia hanya Buffalo MiniStation 500GB, menggunakan antar muka USB 3.0 yang kompatibel dengan USB 2.0

    b. HomeBox HD yang ada saat ini hanya mendukung USB 2.0 port dengan daya 0.5 Ampere, untuk bisa menggunakan hard disk external diperlukan daya tambahan menggunakan adaptor (Charger) 5V 1Ampere, untuk itu digunakan kabel-Y dan kabel USB extension

    PVR04
    Gambar 4 : Skema penggunaan Kabel-Y untuk hard disk external


  5. HomeBox HD yang akan datang sudah mendukung USB 2.0 port dengan daya 1 Ampere, sehingga tidak diperlukan lagi daya tambahan


  6. Sambungkan hard-disk external ke STB pada port USB yang ada di bagian belakang STB. Apabila STB mengenali hard-disk external tersebut, maka di layar TV akan muncul pop-up:


  7. Jika hard-disk yang disambungkan belum pernah dipakai untuk FDR sebelumnya, maka di layar TV akan muncul pop-up info “Would you like to use the connected device for video recording? Warning: If you select “Yes” any content currently on the device will be deleted.

    PVR
    Gambar 5 : Pop-up info USB Hard-disk baru terdeteksi

    Dengan memilih “Yes” maka hard-disk akan di format ulang. Jadi pastikan bahwa tidak ada isi file-file berharga dalam hard-disk.

    PVR
    Gambar 6 : Pop-up info proses Format Hard-disk sedang berjalan


  8. Jika hard-disk yang disambungkan sudah pernah digunakan untuk FDR (masih menggunakan format FDR), maka akan muncul pop-up info: “Your hard drive is ready for recording. To intiate time-shift please press || in viewing mode

    PVR
    Gambar 7 : Pop-up info Hard-Disk siap digunakan untuk FDR

    Info yang sama juga muncul apabila telah selesai mem-format hard-disk baru yang ingin digunakan sebagai media penyimpan (point a).


  9. Bila langkah 1-5 diatas telah berhasil dijalankan, maka hard-disk siap digunakan untuk melakukan fungsi FDR. Informasi mengenai hard-disk dapat dilihat melalui tombol remote controller “Menu” lalu memilih “Diagnostic” kemudian “Disk Information”.

    PVR
    Gambar 8 : Tampilan Menu “Disk Information”


  10. Apabila Hard-disk dilepas atau koneksi USB ke STB gagal, akan muncul pop-up peringatan “No HDD connected. Please check the HDD connection

    PVR
    Gambar 9 : Pop-up info peringatan koneksi Hard-disk ke STB

 

 

 

II.    Mengelola Isi Rekaman

 

  1. Untuk melihat dan mengelola rekaman yang sudah tersimpan atau rekaman yang terjadwal dalam hard-disk bisa melalui menu pada remote control “Media” lalu memilih “Recordings”.

    PVR
    Gambar 10 : Menu “Recordings” untuk pengelolaan rekaman


  2. Tampilan didalam menu “Recordings

    PVR
    Gambar 11 : Tampilan menu “Recordings


  3. Info Bar menunjukkan kapasitas yang tersisa dari Hard-Disk

    PVR
    Gambar 12 : Info Bar pada layar menu "Recordings"


  4. Menu “Display” (bisa juga menggunakan tombol pintas berwarna Kuning di remote control) untuk menyaring tampilan daftar rekaman sesuai status rekaman:
    1) All Recording (Semua Rekaman)
    2) Recorded (Sudah Direkam)
    3) Not Viewed (Rekaman Belum Diputar)
    4) Viewed (Rekaman Sudah Diputar)
    5) Planned (Rekaman Terjadwal)
    6) Unsuccessful (Rekaman Gagal)

    PVR
    Gambar 13 : Menyaring Tampilan Daftar Rekaman


  5. Menu “Sort” (bisa juga menggunakan tombol pintas berwarna Biru di remote control) untuk mengurutkan daftar rekaman berdasarkan:
    1) By Time (berdasarkan waktu perekaman)
    2) By Name (berdasarkan nama rekaman)
    3) By Channel (berdasarkan saluran yang direkam)
    4) By Genre (berdasarkan genre program/acara yang direkaman)

    PVR
    Gambar 14 : Mengurutkan Daftar Rekaman


  6. Penjelasan arti icon pada daftar rekaman:
    1)   Icon mata tertutup à Rekaman belum dilihat
    2)   Icon mata terbuka à Rekaman sudah dilihat penuh (sampai selesai)
    3)   Icon bulatan merah penuh à Perekaman sedang berlangsung
    4)   Icon bulatan merah dengan jarum jam à Perekaman terjadwal hanya 1 (satu) kali
    5)   Icon bulatan merah besar dan kecil dengan jarum jam à Perekaman terjadwal berulang (lebih dari 1 kali)
    6)   Icon silang (x) merah à Perekaman gagal atau tidak sempurna


  7. Fungsi yang bisa dijalankan bila memilih (menekan tombol “OK”) pada salah satu rekaman dari daftar yang ada:

    PVR
    Gambar 15 : Pilihan fungsi dalam daftar rekaman

    1) Play – Memutar hasil rekaman
    2) Record by Time – Membuat jadwal perekaman baru. Memilih menu ini akan membuka pilihan perekaman terjadwal (lihat bagian III – 2 Mengatur perekaman berdasarkan waktu (terjadwal))
    3) Delete Recording – Menghapus rekaman yang dipilih. Akan muncul pop-up konfirmasi untuk menghapus rekaman
    4) Rename Recording – Merubah nama hasil rekaman

    PVR
    Gambar 16 : Pop-up info konfirmasi menghapus rekaman

 

 

 

III.  Menggunakan Fitur Perekaman

 

  1. Perekaman dapat dilakukan dengan 2 cara:

    A. Merekam langsung program yang sedang berjalan di channel yang ditayangkan (“Record By Program”)

    pvr
    Gambar 17 : Pilihan menu perekaman dari program saluran

    Dari channel yang hendak direkam, tekan tombol “Info” lalu pilih tayangan yang sedang berjalan dan tekan tombol “OK” maka akan muncul pop-up menu “Record By Program”.

    Apabila memilih “Record By Program” pada progam yang sedang berjalan, maka proses perekaman akan langsung berjalan ditandai dengan munculnya icon bulat merah di program tersebut.

    pvr
    Gambar 18 : Perekaman program sedang berjalan

    Apabila memilih “Record By Program” untuk program lain yang belum berjalan, maka secara otomatis akan masuk kedalam perekaman terjadwal dengan parameter sesuai program yang bersangkutan (“Date”, “Time”, “Channel”, “Name”) namun tanpa pengulangan (“No Repeater”)

    pv
    Gambar 19 : Icon penanda perekaman terjadwal untuk program tersebut


    B. Merekam secara terjadwal. Bisa dilakukan dengan 3 cara:
    1) Dari tayangan yang sedang berjalan, tekan tombol “Info”, lalu pilih “Record By Time”. Akan muncul pop-up menu pengaturan perekaman berdasarkan waktu yang bisa disesuaikan.

    2) Dari menu pengelolaan rekaman, tombol “Media” – “Recordings”. Pilih sembarang rekaman yang ada, tekan “OK”, lalu pilih “Record By Time”. Akan muncul pop-up menu pengaturan perekaman berdasarkan waktu yang bisa disesuaikan.

    3) Memilih program yang hendak direkam (program yang akan berjalan) dari tombol “Info” di channel yang hendak direkam, atau dari tombol “EPG” (Electronic Program Guide), tekan “OK”, lalu pilih “Record By Program”. Akan muncul pop-up menu pengaturan perekaman berdasarkan waktu yang bisa disesuaikan, namun secara otomatis parameter perekaman menyesuaikan dengan jadwal program yang hendak direkam.


  2. Mengatur perekaman berdasarkan waktu (terjadwal)

    pvr
    Gambar 20 : Pengaturan Perekaman berdasarkan waktu (terjadwal)

    Penjelasan masing-masing parameter:
    a. Date (Tanggal) untuk menentukan hari perekaman dimulai

    pvr
    Gambar 21 : Pilihan hari untuk perekaman terjadwal

    *Catatan: pada Gambar diatas, pilihan “Date” dan “Time” dengan highlight berwarna merah menandakan pada rentang waktu tersebut sudah ada jadwal perekaman lain, sehingga akan menimbulkan konflik.

    b. Time (Waktu) adalah rentang waktu mulai dan berakhirnya rekaman

    pvr
    Gambar 22 : Pilihan waktu untuk perekaman terjadwal

    c. Channel (Saluran) yang hendak direkam

    pvr
    Gambar 23 : Pilihan saluran untuk perekaman terjadwal

    d. Name (Nama) secara default akan menggunakan info sesuai program (EPG) di saluran dan waktu yang dipilih, tapi bisa dirubah sesuai keinginan

    pvr
    Gambar 24 : Pilihan perubahan nama program untuk perekaman terjadwal

    e. Repeat (Pengulangan) perekaman sesuai jadwal di waktu yang sama, pilihannya bisa:
    - No Repeat: Pilihan secara default, tidak ada pengulangan jadwal perekaman
    - Daily (Mon-Fri): Pengulangan perekaman setiap hari pada hari kerja (Senin – Jumat) pada waktu yang sama
    - Every Day: Pengulangan perekaman setiap hari pada waktu yang sama
    - Weekly: Pengulangan perekaman setiap minggu pada hari dan waktu yang sama
    - Weekends: Pengulangan perekaman setiap akhir minggu (Sabtu – Minggu) pada waktu yang sama
    - Manual: Pengulangan perekaman pada waktu yang sama hanya pada hari yang dipilih

    pvr
    Gambar 25 : Pilihan pengulangan untuk perekaman terjadwal

    pvr
    Gambar 26 : Memilih hari secara manual untuk pengulangan perekaman terjadwal

    f. No of Episodes (Jumlah Episode) berhubungan dengan pilihan pengulangan perekaman (Repeat). Apabila ada pilihan untuk pengulangan perekaman, pilihan No of Episode yang menentukan berapa kali pengulangan perekaman harus dijalankan. Maksimum yang bisa dipilih adalah 40 episode, yang berarti 40 kali pengulangan perekaman sesuai hari yang di tentukan di pilihan Repeat. Apabila tidak ada pilihan pengulangan perekaman (No Repeat), maka pilihan ini tidak berfungsi.

    pvr
    Gambar 27 : Pilihan jumlah episode untuk pengulangan perekaman terjadwal

    Jika sudah selesai menentukan parameter perekaman terjadwal, menekan tombol “OK” akan mengkonfirmasikan jadwal perekaman. Apabila ternyata sudah ada perekaman terjadwal lain pada rentang waktu pilihan tersebut, akan muncul pesan konfirmasi untuk pemecahan konflik jadwal perekaman.

    pvr
    Gambar 28 : Pop-up info konflik atas jadwal perekaman

    Menekan tombol “OK” pada pilihan program terjadwal yang ditampilkan akan membatalkan jadwal perekaman tersebut, dan mengaktifkan jadwal perekaman yang baru. Bila tidak ingin membatalkan jadwal perekaman tersebut, bisa menekan tombol “Back” atau “Exit” untuk kembali ke tampilan utama.

    Apabila tidak ada konflik jadwal perekaman, atau memilih untuk membatalkan jadwal perekaman sebelumnya, maka akan muncul pesan konfirmasi jadwal perekaman berhasil disimpan.

    pvr
    Gambar 29 : Pop-up info jadwal perekaman berhasil disimpan



  3. Jatuh tempo perekaman terjadwal
    30 detik sebelum perekaman terjadwal yang sudah diatur sebelumnya akan dimulai, pada layar TV akan muncul pesan pop-up yang menunjukkan segera dimulainya perekaman terjadwal. Pesan akan muncul meskipun saat ini sedang berada di saluran yang ditentukan dalam jadwal perekaman.

    pvr
    Gambar 30 : Pop-up info perekaman terjadwal segera dimulai

    Secara default, perekaman akan dimulai setelah penghitungan mundur berakhir, dan saluran akan berpindah ke saluran yang diatur dalam perekaman terjadwal. Atau bila memilih “Accept Recording” dan menekan tombol “OK”, saluran akan segera berpindah dan perekaman langsung dimulai.

    Namun apabila memilih “Continue Watching” dan menekan tombol “OK”, maka perekaman terjadwal akan dibatalkan, dan tidak ada perubahan saluran yang sedang ditayangkan.

    pvr
    Gambar 31 : Pop-up info pembatalan perekaman terjadwal


  4. Proses Perekaman sedang berjalan
    Pada saat proses perekaman sedang berjalan, tayangan tidak bisa berpindah saluran lain. Apabila menekan remote untuk pindah channel lain akan muncul pop-up peringatan

    pvr
    Gambar 32 : Pop-up info perubahan saluran saat proses perekaman sedang berjalan

    Jika memilih “Stop Recording in Progress” dan menekan tombol “OK” maka proses perekaman akan dibatalkan dan saluran akan berpindah sesuai pilihan.

    Apabila memilih “Continue Recording” dan menekan tombol “OK” maka proses perekaman tetap berjalan dan saluran tidak berpindah.


  5. Proses Perekaman ketika STB dalam posisi stand-by
    Proses perekaman yang sedang berjalan maupun yang akan datang (terjadwal) akan tetap berlangsung meskipun STB dalam posisi “Standby” (Tombol remote “Off”). Selama STB masih tersambung dengan daya listrik dan media penyimpan, perekaman terus berlangsung termasuk perekaman terjadwal. Jadi tidak perlu STB dalam keadaan aktif (“On”). Proses perekaman dapat diketahui dari status lampu indikator media penyimpan (Hard Disk) apakah sedang “idle”, atau sedang proses “buffering” (“read/write”) yang biasanya ditandai dengan lampu indikator berkedap-kedip.

 

IV.   Menggunakan Fitur Time Shift

 

  1. Pada saat menyaksikan tayangan sebuah channel, tayangan bisa dihentikan sementara (pause) kemudian dilanjutkan lagi dengan waktu yang berbeda dari tayangan live-nya (melanjutkan dari posisi pause).

    pvr
    Gambar 33 : Pause pada sebuah tayangan live


  2. STB akan menyimpan rekaman sementara dari mulainya time shift (menekan tombol “Pause” pada remote control) sampai tayangan live yang berjalan. Proses ini disebut “buffering”. Pada saat menekan tombol pause untuk memulai time-shift, info bar timeline program akan berubah warna menjadi biru yang menunjukkan tersedianya buffer. Warna biru akan bertambah terus seiring waktu program berjalan dalam mode time-shift.

    pvr
    Gambar 34 : Info bar yang menunjukkan buffer pada mode time-shift


  3. Tayangan dapat dipercepat maju (Fast Forward) dan diputar balik (Reverse) sebatas buffer yang tersedia (info bar biru). Jadi tidak bisa melebihi tayangan live, atau sebelum buffering time-shift dimulai.


  4. Tayangan dapat diputar secara normal, dipercepat maju, dan diputar balik dengan kecepatan normal atau lebih cepat sebesar 2x, 4x, 8x, 16x, 32x dan 64x.


  5. Pada saat mode time-shift sedang berjalan, fitur perekaman dan fitur lainnya tidak berfungsi, termasuk berpindah saluran. Namun sebaliknya, pada saat mode perekaman sedang berlangsung, tayangan yang sedang direkam dapat dilihat dan dipercepat atau diputar balik sebagaimana mode time-shift.

    pvr
    Gambar 35 : Pop-up info fitur sedang tidak berlaku dalam mode time-shift


  6. Untuk keluar dari mode time-shift cukup menekan tombol “Exit” dan akan muncul pop-up konfirmasi

    pvr
    Gambar 36 : Pop-up info keluar dari mode time-shift

    Bila memilih “No” dan menekan tombol “OK”, mode time-shift terus berjalan. Namun bila memilih “Yes” dan menekan tombol “OK”, mode time-shift akan berakhir, buffer dihapus, dan kembali ke mode tayangan “Live” yang ditunjukkan dengan pop-up status info.

    pvr
    Gambar 37 : Pop-up info status mode Live